News Update :

PERLENGKAPAN TARIAN ADAT HILINAWALÕ FAU

Sunday, January 15, 2012





A). ÖNDRÖRA adalah secarik kain (biasanya disebut" Selendang") yang dikenakan oleh pria sebagai perlengkapan Pakaian Tarian perang di Hilinawalo Fau. Uniknya, ÖNDRÖRA ini dikenakan di pinggang para pelaku tarian perang. Ini melambangkan kisah perjalanan kehidupan di masa perang dimana para pasukan perang harus mampu menahan rasa lapar bila sudah tiba di medan perang. Bagi masyarakat Hilinawalo Fau, mengikat pinggan dengan kain itu dapat menahan rasa lapar, sebab dalam perang, makanan bukan niat nomor satu bagi mereka namun menggapai tujuan adalah hal yang membanggakan. (ini hanya sekilas kisah perang). Seperti yang terlihat pada gambar. ÖNDRÖRA itu adalah yang dikenakan oleh seorang Hilinawalo Fau di pingganggnya (Kain berwarna kuning).
Ketentuan:
1. Untuk Si'ulu panjangnya hingga tumit kaki.
2. Untuk Si'ila panjangnya hingga pertengahan betis dengan tumit kaki. (agak Pendek dari Si'ulu)
3. Untuk Ono bwanua (Masyarakat biasa) panjangnya hanya sampai di lutut saja.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

B). KALABUBU adalah sebuah perlengkapan tarian perang di Pulau Nias, yang khususnya dikenakan oleh para kaum adam/ Pria yang sedang melakukan aksi tarian perang di Hilinawalö Fau-Nias Selatan. KALABUBU dapat diartikan dalam bahasa Indonesia sebagai kalung.

KALABUBU ini terukir dari bahan tradisionil yaitu dari kayu. Namun, KALABUBU ini sangat menampilkan nilai seni tersendiri sebagai khas dari Daerah HILINAWALÖ FAU.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
C). BALUSE BA TOHO


Dalam tarian Tradisional Nias, Ono Niha menggunakan BALUSE BA TOHO sebagai peralatan tarian perang. BALUSE berasal dari bahasa Nias (Li Niha) yang artinya adalah PERISAI; TOHO berarti TOMBAK.
BALUSE BA TOHO (Perisai dan Tombak) yang digunakan dalam tarian  perang adalah yang terbuat dari ukiran batang kayu yang sudah diukir sedemikian rupa yang memberikan ciri khas tersendiri.
Dalam Tarian Perang, BALUSE BA TOHO digunakan bersamaan oleh penari yang khususnya adalah kaum adam/ para Pria. Ketika tarian diberlangsungkan, BALUSE BA TOHO ini akan dipertunjukkan layaknya sedang berada di medan tempur dimana penari akan menunjukkan ketangkasannya sebagai pembela yang gagah dan berani. Historically, BALUSE BA TOHO ini dipergunakan oleh Ono Niha sebagai alat Perang. TOHO/ TOMBAK digunakan untuk melakukan aksi penyerangan terhadap musuh/lawan, sedangkan BALUSE/PERISAI dipergunakan untuk menahan serangan dari arah lawan/musuh. Alat lain yang seiring penggunaannya adalah BELEWAGARI.BELEWAGARI adalah bahasa Nias (Nias Selatan- South Nias), yang berarti Parang yang panjang dan sangat tajam yang sarungnya dibuat dari ukiran kayu untuk mencirikhaskan tradisi ONO NIHA (Masyarakat NIAS).
Share this Article on :

No comments:

Post a Comment

 

© Copyright Hilinawalo Fau 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.